December 13, 2010

Michael-di-Dunia-Nyata-Ku

Sejak dulu aku selalu ingin menemukan Michael-in-the-real-world-ku, atau Michael-di-dunia-nyata-ku. Dialah sesosok pria yang kucari, yang kuharapkan untuk menjadi pasangan hidupku, dan yang dengannya akan kuhabiskan seluruh sisa hidupku. Memangnya, Michael itu siapa, sih??

Well, pernah baca The Princess Diaries karangan Meg Cabot, nggak? Novel itu sebenarnya novel berseri. Sampai sekarang udah ada 10 seri (dan udah tamat), dan tiap seri punya judulnya masing-masing. Novel ini bercerita tentang Mia Thermopolis, cewek “aneh” yang ternyata merupakan pewaris tahta kerajaan Genovia. Di novel ini, Mia diceritakan mencintai cowok bernama Michael Moscovitz. Nah, Michael inilah yang aku maksud dengan “Michael” di Michael-di-dunia-nyata-ku.

Bisa dibilang Michael bukan penggambaran cowok populer yang jago olahraga dan disukai banyak cewek. Justru, Michael bukan cowok populer. Dia cuma cowok biasa yang jenius komputer dan cerdas setengah mati. Yah, agak-agak nerd juga, sih. Tapi Michael juga jago main alat musik. Dan meski dia nggak suka olahraga, tubuhnya cukup atletis.

Menurut Mia, Michael adalah cowok terganteng di dunia. Cewek-cewek cuma belum melihat gimana aslinya Michael aja. Mia bahkan bilang, kalo Michael nggak mengenakan kaus, dia bisa membuat cowok-cowok lain tampak seperti serombongan testosteron berjalan yang nggak berarti. Hehehe...

Yang aku sukai dari Michael, selain semua yang udah aku sebutin tadi, Michael juga cowok yang “manis,” romantis, jujur dan setia. Aku suka caranya memperlakukan Mia. Meskipun Mia memang seorang putri, Michael justru lebih memperlakukan Mia layaknya “putri” yang sesungguhnya. So sweet, deh...

Anyway, apakah aku udah berhasil menemukan Michael-di-dunia-nyata-ku??

Well, mungkin bisa dibilang udah.

Sebelum aku jadian sama pacarku (thank God, sekarang dia suamiku)—namanya Antonio—aku nggak pernah beranggapan bahwa dia adalah Michael-ku. Yah, aku tahu dia cerdas. Aku tahu dia jenius komputer. Aku juga tahu dia jujur. Tapi aku nggak tahu—sama sekali nggak tahu—kalo dia bakalan mewujud menjadi Michael-di-dunia-nyata-ku.

Setelah kami jadian, perlahan-lahan aku mulai benar-benar mengenal dirinya. Aku mulai membuka “rahasianya,” membongkar kepribadiannya, dan mengetahui seperti apa dia sebenarnya. Perlahan-lahan aku mulai menyadari bahwa dialah sosok pria yang kucari selama ini, yang kuinginkan, yang memiliki semua—atau sebagian besar—yang kuinginkan.

Aku mulai tahu bahwa dia cowok yang romantis. Dia suka mengirimiku greeting cards aneh nan lucu bin romantis yang sering bikin aku ketawa sendiri. Ditambah lagi, SMS yang dikirimnya setiap pagi, cuma untuk sekedar ngucapin “Pagi!” dan “ILU”, cukup untuk membuat keseluruhan hariku menjadi sangat menyenangkan. Oya, dia juga kocak abis! Dia selalu membuat ide-ide gila yang nggak masuk akal, tapi selalu bisa bikin aku ketawa ngakak.

Dan satu alasan yang pasti kenapa aku merasa bahwa Antonio adalah Michael-di-dunia-nyata-ku adalah bahwa dia memperlakukan aku selayaknya seorang “putri” meski aku bukan benar-benar seorang putri. Tahu maksudku, kan? Siapa coba, yang nggak bakalan “lumer” diperlakukan seperti itu??


Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com