January 14, 2012

Pertengkaran Kecil yang Menggemaskan


Gara-gara barusan menulis blog dalam bahasa Indonesia, aku jadi ketagihan untuk menulis dalam bahasa Indonesia lagi, hehehe…

Sebenarnya aku baru saja bertengkar kecil dengan Antonio. Masalahnya sepele; dia menguasai tempat tidur dan menolak untuk bergeser dan memberikan sedikit tempat buatku. Aku tahu kalau dia hanya bercanda – sudah kebiasaannya – tapi tetap saja aku kesal karena aku ingin bersantai sebelum tidur sambil menonton episode kartun InuYasha.

Ketika itu dia berkata, “Kamu gampang marah, sih?”

Hahaha… Bisa dibilang begitu? Sebenarnya aku tidak marah. Aku hanya jengkel (sama saja sepertinya, hahaha…). Aku ini orangnya moody; sekecil apapun hal atau orang yang mengacaukan hariku, aku bisa langsung ngambek seketika. Nah, sialnya, Antonio jahilnya minta ampun. Sedikit-sedikit dia selalu menggangguku dan membuatku frustrasi. Dia bilang, “Aku suka ketika kamu frustrasi. Aku jadi makin gencar mengganggumu.”

Ekspresi wajahku ketika dia mengatakannya, kira-kira seperti ini: -_______-"

Kalau di film kartun, sudah ada tanda 1 tetesan air di dahiku, hahaha… Tapi anehnya, meski Antonio sering sekali membuatku jengkel karena lelucon dan usilnya, jika dia tidak melakukannya, malahan aku merasa ada yang aneh. Aku merasa dia sudah tidak waras lagi, hahaha… Karena itu, sejengkel apapun, aku selalu tidak bisa berlama-lama marah padanya karena dia selalu saja bisa membuatku tertawa kembali dengan lelucon garingnya.

Ketika aku menulis blog ini, waktu sudah menunjukkan jam 11:48 malam dan Antonio sudah tertidur sejak 2 jam yang lalu. Tidak biasanya dia tidur cepat karena dia selalu tidur di pagi hari, hahaha… Biasanya dia menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer, sekedar membaca berita atau bermain Poker (lebih seringnya yang kedua). Sebelum tidur dia berpesan, “Kalau tertawa jangan keras-keras dan mengagetkan aku!” Hahaha… Pasti gara-gara aku tertawa saat menonton InuYasha beberapa hari yang lalu.

Oya, beberapa orang berkata kalau bahasa Indonesia yang aku gunakan ketika menulis terlalu baku. Betulkah begitu? Hahaha… Mungkin karena sudah kebiasaan. Temanku bilang, bahasa Indonesiaku seperti bahasa Indonesia terjemahan novel asing. Hihihi… Biar saja. Aku suka menulis dengan gaya tulisan seperti ini. Atau mungkin karena aku kurang tahu menulis dengan gaya yang lebih informal?

Leelou Blogs  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com