February 07, 2012

Aku Gila Belanja


Sejak di Spanyol, tiap kali ketemu toko bawaannya selalu pengen masuk dan beli paling nggak satu barang yang dijual di situ, entah baju, aksesoris, sepatu, atau ikat pinggang. Tapi nggak seperti Rebecca Bloomwood juga sih, yang kalau lihat toko selalu jadi deg-deg ser terus borong semua yang bisa dibeli. Aku masih menggilai toko dalam batas wajar. Menurutku.

Sejak kapan aku jadi gila belanja? Waktu di Indonesia, aku paling anti sama yang namanya belanja. Tiap kali punya duit, pasti tuh duit habisnya ke buku atau makanan (pantesan gendut). Aku nggak pernah tertarik buat beli baju, aksesoris atau sepatu kalau nggak terpaksa, misalnya kalau baju-baju sudah nggak muat atau celana sudah berubah warna alias mbladus.

Setelah di Spanyol inilah aku jadi makin “nyaman” belanja. Antonio bilang, koleksi sepatuku sudah jauh lebih banyak daripada sepatu-sepatu yang aku punya di Indonesia selama 25 tahun. Peralatan makeup-ku juga lebih lengkap dibanding waktu masih di Indonesia, dia bilang. Belum lagi ikat pinggang, anting atau gelang yang aku beli di sini. Dia bilang, perlahan-lahan aku mulai kelihatan seperti maniak toko, hahaha.

Ternyata baru sekarang aku sadar, aku gila belanja. Tapi aku nggak menggilai barang-barang bermerek, meski kalau punya duit lebih aku juga pengen punya koleksi tas Marc Jacobs atau sepatu Jimmy Choo, hehe. Di mana aku belanja? Di toko yang menjual barang-barang murah tapi kualitas dan jenisnya oke punya. Aku nggak terpatok di toko manapun, yang penting barangnya aku suka. Nggak harus mahal juga. Aku nggak pernah beli aksesoris yang harganya lebih dari €10, haha.

Nah, masalahnya, setiap kali aku belanja, biasanya aku selalu pakai duit Antonio. Ada perasaan bersalah ketika aku memakai uang hasil kerja kerasnya untuk hura-hura, meskipun dia sama sekali nggak keberatan. Karena itu, aku niat ngumpulin duit hasil kerja sendiri, dari hasil menulis dan menerjemahkan. Meski nggak seberapa, tapi aku bangga bisa belanja pakai duit sendiri. Nggak ada lagi rasa bersalah karena sudah menghabiskan duit untuk hura-hura. Toh itu duitku sendiri, meski Antonio sering bilang, “Duitnya ditabung buat di Indonesia, jadi kalau mudik kita sudah punya duit.” Dan yah, aku selalu membalas, “Tapi kan aku pengen punya duit sendiri!”

Hehe. Begitulah, hobi baru yang baru sekarang mencuat ke duniaku. Belanja. Prinsipku, daripada menyesali duit yang terpakai buat belanja, lebih baik bersyukur karena masih diberi duit oleh Tuhan buat bersenang-senang. Prinsip yang aneh, tapi biar deh.

Yuk, belanja lagi!

Leelou Blogs
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

1 comments:

Coc Kader said...

mbk dea msih di spanyol gx

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com