February 11, 2012

Setahun di Spanyol


Whoooaa… Nggak terasa sudah setahun aku menginjakkan kaki gendutku di Spanyol (dan selama itu pula aku belum pulang kampung, hiks). Gimana rasanya menghabiskan 365 hari penuh di Spanyol? Kalau boleh jujur, rasanya mengasyikkan meski terkadang juga menyesakkan. Di satu sisi, aku senang karena bisa sama-sama Antonio, sedangkan di sisi lain aku sedih karena nggak bisa sama-sama keluarga dan teman-teman di Jogja.

Orang bilang, ‘Hidup adalah pilihan.’ Aku pun begitu, memilih untuk mengikuti suamiku yang ganteng untuk tinggal di Spanyol dan meninggalkan semua yang aku punya di Indonesia (kecuali beberapa potong baju, kamus dan buku bacaan yang sempat terselamatkan di koper). Terus, pengalaman-pengalaman apa saja yang aku dapatkan selama setahun di Spanyol? BANYAK! Misalnya:

·      Sudah merasakan 4 musim; musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Dari keempat musim itu, yang paling aku sukai yaitu… nggak ada! Hahaha. Soalnya, kalau musim dingin, dinginnya minta ampun dan aku nggak tahan dingin, juga nggak bisa hidup tanpa pemanas ruangan. Musim semi dan musim gugur bagiku masih dingin, sedangkan musim panas terlalu panas sampai kadang aku nggak bisa bernafas. Kalau boleh milih, aku suka hari-hari di antara musim semi menjelang panas, atau di antara musim panas menjelang gugur. Nggak terlalu dingin, tapi juga nggak terlalu panas. Yah, mirip-mirip cuaca di Indonesia, lah.

·      Sudah keliling Spanyol, mengunjungi lebih dari 10 kota (nggak termasuk kota-kota kecil yang kami lewati). Aku sudah ke Madrid, Zaragoza, Barcelona, Valencia, Granada, Sevilla, Malaga, Jaén, Ubeda, Baéza, Cόrdoba, Toledo, Mérida dan kota-kota lainnya yang aku lupa namanya. Dari kota-kota tersebut, kalau aku diharuskan untuk memilih tinggal di mana, aku pilih Cόrdoba dan Madrid. Madrid karena ada Metro (stasiun bawah tanah/subway) dan aku suka sekali naik Metro. Maklum, nggak ada di Indonesia, hehe.

·      Sudah bisa cari penghasilan sendiri. Meski belum kerja permanen, sejak 3 bulan di Spanyol aku sudah bisa cari duit sendiri. Waktu itu aku jual pernak-pernik aksesoris dari kain felt. Lalu karena bosan, aku alih profesi jadi penulis dan penerjemah lepas. Duitnya jauh lebih lumayan dari menjual aksesoris dan kerjanya nggak terlalu capek, meski kalau dikejar deadline bisa puyeng sendiri. Dari penghasilan sendiri, aku juga bisa belanja, beli baju dan beli buku pakai duit sendiri.

·      Sudah ke Warner Bross, tapi belum ketemu Tweety. Di Warner Bross juga pertama kalinya aku naik roller coaster. Dan yah, itu cukup menjadi pengalaman pertama dan terakhir karena setelah naik roller coaster aku jadi takut ketinggian.

·      Sudah pernah merayakan Natal. Kalau di Indonesia, aku nggak akan bisa merayakan Natal. Tapi di Spanyol, meskipun aku dan Antonio sama-sama Muslim, kami tetap kumpul bersama keluarga besar untuk merayakan Natal. Banyak makanan enak, hahaha.

·      Sudah pernah lihat kembang api. Haha, di Indonesia mana mau aku bangun tengah malam atau nongkrong sampai pagi hanya untuk lihat kembang api? Tapi waktu ke Sevilla, waktu main ke taman bermain (seperti Dufan) di sana, tengah malamnya kami menonton pesta kembang api. Ada cerita yang mengiringi kembang apinya, jadi seru!

·      Sudah merasakan masakan Spanyol, yang nggak aku doyan. Nggak tahu kenapa, mungkin karena bumbunya kurang mantap, aku nggak begitu cocok sama makanan Spanyol. Kalau bingung mau makan apa, yang penting ada ayam goreng dan nasi. Mirip Upin & Ipin, pokoknya, haha.

·      Sudah punya kelinci. Waktu di Jogja, aku pernah membujuk Mama untuk membelikanku kelinci. Tapi Mama bilang, kelinci itu bau dan aku harus rajin bersihin kandangnya. Karena aku dinilai peduli pada hewan peliharaan HANYA selama 3 x 24 jam, Mama pun menolak keinginanku itu. Tapi di Spanyol, bapak mertuaku membawakan kelinci yang ditangkapnya di campo, tempat dia beternak. Kelinciku kuberi nama Gizmo, dan sekarang sudah berumur hampir 3 bulan. Oya, aku juga punya kura-kura, yang sejak bulan Oktober berhibernasi dan belum bangun-bangun.

·      Sudah merasakan sakitnya di wax. Karena aku termasuk wanita berbulu (maklum, keturunan monyet), jadinya aku rutin wax sebulan kaki. Waktu di Indonesia sih so bodo teing sama bulu-bulu. Tapi sejak di sini, aku selalu wax kumis (iya, aku punya kumis), alis dan kaki. Pertama kali wax, sumpah, sakitnya nggak ketulungan. Tapi lama-lama jadi biasa saja.

·      Sudah nonton pertunjukkan Matador kecil-kecilan. Yang ini bantengnya (sebenarnya sapi hitam) nggak disakiti, hanya dikejar-kejar. Kalau Matador betulan, bantengnya bisa disakiti dan aku nggak suka. Aku kan penyayang binatang.

·      Sudah ngerasain red wine dan wine biasa, dan aku nggak doyan. Rasanya huueeeek! Mendingan minum susu.

·      Belum pernah sakit. Ini rekor, loh. Soalnya, kalau di Indonesia, tiap 2 atau 3 bulan sekali aku pasti kena flu atau batuk. Selama setahun di sini, aku belum pernah kena flu betulan. Paling-paling hanya demam biasa. Setelah dikerokin Antonio (yang menolak dengan sangat tapi terpaksa ngerokin), aku jadi lebih baikan.

Apa lagi, ya? Kayaknya cuma itu hanya bisa aku pikirkan. Kalau ada tambahan, nanti aku tambah, deh.

Semoga tahun keduaku di Spanyol bisa lebih memuaskan dan menghadirkan banyak pengalaman seru baru.

Leelou Blogs
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

27 comments:

gita gumira sari said...

mba.. ingin bisa sperti mba stay di spanyol,, klo bisa krja deh,, kira2 gmn caranya yah.. mohn informasinya , trimakasih :)

Dea Angan said...

Hai, Gita. Terima kasih sudah mampir di blog. Untuk kerja di Spanyol, agak susah kalau enggak ada resident permit atau tawaran bekerja dari perusahaan karena WNI terbentur urusan visa. Kalau kerja di sektor pariwisata (hotel atau restoran, misalnya) mungkin lebih mudah. Awalnya Gita bisa coba volunteer, jadi Au-pair, atau coba cari beasiswa ke Spanyol. Semoga membantu :)

Lili Anni said...

Halo mba dea, baru baca blog nya nih.. akhir2 ini aku jadi kepengen bgt rasanya stay di spanyol cm karna aku nonton tv series vive cantado di youtube haha agak konyol sih ya, btw seru bgt ya bisa menikah sm orng spanyol dan stay disana. Oh iya kira2 butuh waktu brp lama ya biar bisa bahasa spanyol? Terimakasih mba :)

Dea Angan said...

Hai +Lili Anni. Terima kasih sudah mampir di blog. Untuk bisa fasih bahasa Spanyol tergantung kemauan dan lingkungan belajar, menurut aku. Aku lebih cepat bisa karena lingkungan di sini pakai bahasa Spanyol, jadi mau enggak mau harus ngomong pakai bahasa Spanyol juga. Kalau di Indonesia mungkin agak lama prosesnya karena akan jarang dipakai. Kalaupun kursus juga akan lebih banyak teorinya dibanding praktek ngomong.

Lili Anni said...

Oh begitu ya mba, tapi dlu mba dea waktu ke spanyol sudah bisa atau blm bisa sama sekali bahasa spanyol? Ikut kursus dulu ato bener2 belajar dari suami nya? Btw bener gak sih tv series vive cantando itu film spanyol? Sedihnya aku nntn film itu tapi ga ngerti sama sekali apa yg di bicarakan huhu ;''(

Dea Angan said...

Dulu sempat kursus waktu kuliah, tapi cuma basicnya aja. Waku ke Spanyol enggak benar-benar bisa, jadi masih dibantu suami untuk menerjemahkan kalau ada yang ngajakin ngobrol.
Pernah lihat iklannya Vive Cantando di tv, tapi enggak pernah nonton serienya. Itu semacam sinetron gitu kayaknya. Enggak ada yang pakai subtitle ya?

Lili Anni said...

Iya kyk sinetron gitu, ga ada subtitlenya. Aku cari cari full series jg ga ada, ada nya cm beberapa episode aja huhu btw makasih ya udh mau jawab pertanyaan ku even mba dea ga kenal aku hehe

Lili Anni said...

Iya kyk sinetron gitu, ga ada subtitlenya. Aku cari cari full series jg ga ada, ada nya cm beberapa episode aja huhu btw makasih ya udh mau jawab pertanyaan ku even mba dea ga kenal aku hehe

Lili Anni said...

Iya kyk sinetron gitu, ga ada subtitlenya. Aku cari cari full series jg ga ada, ada nya cm beberapa episode aja huhu btw makasih ya udh mau jawab pertanyaan ku even mba dea ga kenal aku hehe

Lili Anni said...

Iya kyk sinetron gitu, ga ada subtitlenya. Aku cari cari full series jg ga ada, ada nya cm beberapa episode aja huhu btw makasih ya udh mau jawab pertanyaan ku even mba dea ga kenal aku hehe

Lili Anni said...

Iya kyk sinetron gitu, ga ada subtitlenya. Aku cari cari full series jg ga ada, ada nya cm beberapa episode aja huhu btw makasih ya udh mau jawab pertanyaan ku even mba dea ga kenal aku hehe

Dea Angan said...

Sama-sama. Terima kasih sudah mampir di blog :)

Lili Anni said...

Btw beberapa blog terakhir, mba dea sudah mulai memakai bahasa spanyol ya hehe jadi ga ngerti deh :D

Dea Angan said...

Iya. Aku mau lebih konsentrasi ke craft blog dan dengan audience dari Spanyol. Jadi, semua posts aku usahakan tulis dalam bahasa Spanyol. Kalau enggak paham, bisa diterjemahkan blognya ke bahasa Indonesia. Coba scroll ke bawah, bagian sebelah kiri. Di situ ada pilihan Google Translate.

Anonymous said...

Hi Mba Dea, senang sekali saya menemukan blog mba Dea, kebetulan saya sedang riset untuk liputan ke Spanyol di awal Mei nanti. Oya, apa mba Dea masih tinggal di Spanyol sekarang ? boleh saya minta kontak mba dea ? saya bisa dihubungi di yuqi.savitri@gmail.com terimakasih mba Dea.. :)

Madan Edison said...

Mbak saya mau terbang kespanyol, kebetulan ada kesempatan krja di resto malaga, cuma msh agak ragu mau kesana krn saya cuma bs inggris aja sedangkan disana kan pasti bahasa spanyol kan?

Madan Edison said...

Mbak saya mau terbang kespanyol, kebetulan ada kesempatan krja di resto malaga, cuma msh agak ragu mau kesana krn saya cuma bs inggris aja sedangkan disana kan pasti bahasa spanyol kan?

Dea Angan said...

Halo! Iya, di sini pakai bahasa Spanyol kesehariannya. Di Málaga memang bahasa Inggris sering dipakai karena banyak turis asing, tapi bahasa Spanyol tetap harus dikuasai juga.

tc alif said...
This comment has been removed by the author.
tc alif said...

Halo Mbak Dea
saya Alif dari Bandung tapi udah hampir 2 tahun tinggal di Jakarta,
sekitar tahun 2011 saya ketemu turis Spanyol di daerah Kota deket mangga dua,
terus dikenalin Flamenco, dan sampai sekarang sangat tertarik ingin mempelajari musik Flamenco
khususnya gitar, dan alasan saya pindah ke jakarta untuk bisa main musik Flamenco, tapi gak murni flamenco (Flamenco Puro) ya campur dengan musik lain jadinya fusion, di jakarta sendiri saya sudah coba ngebangun link/network dengan beberapa expat(spanyol) yang tinggal di Jakarta termasuk rekan bermusik saya di group, dia dari Madrid dan sudah 2 tahun tinggal di jakarta.
sebelumnya saya sudah pernah coba-coba cari info tentang program Au pair, Erasmus
tapi memang sayang kondisi krisis di Spanyol saat ini memebuat cukup sulit.
saya sendiri di Jakarta sekarang sibuk dengan group musik yang saya garap
serta freelance untuk beberapa project musik, dan ngajar private Bahasa Indonesia untuk expat di Jakarta.

ini video dari project group saya
https://www.youtube.com/channel/UC3cCX1U0hCPUhFZ01SrwSlA

kalau ada info seputaran program-program jangka pendek mungkin mbak bisa infokan
sejauh ini expektasi saya untuk mengunjungi spanyol dalam jangka pendek aja Mbak,
mengingat untuk Visa Spanyol sangat ketat sekali.
ini email saya Mbak
tcflamenco@gmail.com

Makasih Banyak Mbak sudah berbagi tulisannya

pinkawima said...

Hai mbak Dea salam kenal :)

Saya dari Jogja juga dan kebetulan bulan Juni besok akan berangkat ke Spanyol untuk aupair di sana. Bisa minta tips hack sebelum saya berangkat ke sana gak mbak? Misalnya apa saja yang harus disiapkan dan sebaiknya dibawa atau tidak dibawa. Hehehe.. Oiya, mbak, saya mau tanya soal adat kebiasaan (peraturan tak tertulis) orang Spanyol kayak gimana sih? Supaya bisa jadi panduan selama saya di sana. Makasih mbak Dea.

salam hangat dari Jogja

Dea Angan said...

Hi Pinkawima... Salam kenal. Kamu akan tinggal di kota mana? Kalau tinggal di daerah utara, ada baiknya bawa baju hangat karena di sana udaranya lebih dingin daripada yang di selatan. Jangan lupa bawa obat-obatan yang biasa kamu pakai, kamus juga bisa dibawa. Soal adat kebiasaan, nggak ada yang spesial kok. Tapi perlu diingat, di sini makan siang antara jam 14:00 - 15:00 dan makan malam jam 21:00 - 22:00. Beda sekali dengan jam makan kita di Indonesia dan di Eropa pada umumnya.

Semoga membantu, ya. Kalau ada pertanyaan, bisa hubungi aku lewat email.

Bienvenida a España :)

Mufidahhairani 8 said...

Hi mba Dea, jenis visa apa yah untuk aupair ke Spain? Saya sudah ketemu hostfam, dan mau urus visa kesana.

Mahendra Wahyu K. said...

Te quiero

Sonny said...

Hola, mba dea, salam kenal, apa skr mba msh tinggal di spanyol, di kota apa mba? saya mau nanya kalo daerah yg banyak perkebunan atau peternakan di kota mana ya, gracias

lurita dewi asmada said...

hi mba dea salam kenal, blognya menarik sekali, hehehehh karna kebetulan saya ingin membuat visa untuk aupair disana kebetulan sudah ketemu hostfam, dan mau urus visa untuk kesana

ratu xena al ayubi said...

Halo mba dea saya mau nanya kalo untuk applay visa ke spanyol selama 3 bulan atau lebih itu masuk nya visa apa mba?

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com