March 29, 2012

Hari Malas Sedunia


Hari ini nggak seperti biasanya. Memangnya hari yang biasa gimana? Biasanya tiap habis bangun pagi aku langsung menulisi Gratitude Journal-ku. Habis itu meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk jalan kaki keliling kompleks sambil menikmati segarnya udara pagi. Setelah jalan kaki, aku bersih-bersih rumah – nyapu, cuci piring bekas makan malam, atau sekedar ngelapin meja. Selesai bersih-bersih, biasanya aku olah raga sebentar, entah itu doing some weight lifting exercise atau cardio kecil-kecilan. Pokoknya yang bikin keringatan. Setelah olah raga, aku sarapan lalu mandi, dilanjutkan dengan menyelesaikan kerjaanku sampai tiba waktunya makan siang.

Sore hari juga begitu. Biasanya setelah Antonio berangkat kerja lagi, aku olah raga lagi kecil-kecilan (iya, aku olahraga 2 kali sehari dalam rangka ngurusin badan). Habis olah raga terus lihat TV sebentar atau sekedar baca buku. Kira-kira begitulah rutinitasku sehari-hari. Biasanya begitu.

Namun ada yang berbeda hari ini. Hari ini rasanya malaaaas sekali mau melakukan rutinitas harian. Begitu bangun pagi, aku nggak terus turun dari tempat tidur, tapi malah makin menarik selimut dan berdiam di tempat tidur sekitar 30 menitan. Begitu bagun aku bersih-bersih rumah sebentar, habis itu menulisi Gratitude Journal. Selesai nulis, aku malah makin malas. Walhasil aku nggak ngapa-ngapain. Nggak jalan kaki. Nggak olah raga. Nggak kerja. Bahkah nggak mandi juga (hehehe).

Seharian ini aku ngendon di tempat tidur dengan laptop di pangkuanku. Ngapain aja? Nonton film! Sejak pagi aku browsing film-film bagus yang bisa ditonton, tapi malah berakhir dengan nonton video-video di Youtube. Waktu masak untuk makan siang, semua serasa serba salah. Daging masih membeku di freezer padahal mau kubuat steak. Sempat pula jariku keslomot panci (masih perih sampai sekarang). Ditambah masih harus berdebat ria dengan Antonio tentang kursus setir mobil untuk ambil SIM. Aku inginnya kursus yang pakai bahasa Inggris karena nggak begitu mudeng dengan teori bahasa Spanyol. Tapi Antonio ngotot aku harus kursus pakai bahasa Spanyol supaya nanti lebih cepat dan mudah beradaptasi, terutama ketika harus praktek behind-the-wheels sama guru setirnya. “Guru nyetirnya nggak bisa bahasa Inggris, makanya kamu kursus pakai bahasa Spanyol!” begitu katanya. Sebel!

Tau, deh. Mungkin ini gara-gara semalam nggak bisa tidur, jadinya waktu bangun pagi jadi nggak begitu bersemangat. Memang bener ya, kalau pagi hari dimulai dengan semangat, pasti nantinya semua rutinitas berjalan lancar. Tapi kalau kita memulai pagi dengan nyawa yang bahkan cuma setengah ngumpulnya, pasti apapun yang kita lakukan jadi serba salah.

[sigh] Besok harus lebih baik dari hari ini.

Leelou Blogs  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com