March 15, 2012

Mengenang Hidupku 5 Tahun Lalu


Beberapa hari ini aku sering berpikir, seperti apa tepatnya hidupku 5 tahun lalu? Apakah aku lebih bahagia dibanding saat ini? Atau apakah aku sedang berjuang meraih mimpi? Ternyata kalau diingat-ingat, ada banyak kenangan dalam hidupku 5 tahun lalu. 5 tahun lalu aku berusia 21 tahun, sedang mengerjakan skripsiku dan serius ngebut menyelesaikannya (gara-gara aku ingin menjadi mahasiswa pertama di angkatan yang pertama kali lulus, hehehe).

Bisa dibilang 5 tahun lalu aku seorang yang ambisius. Apapun yang aku mau harus aku dapatkan, nggak peduli apa kata orang. Aku juga seorang pemimpi tulen. Aku senang mengkhayal (terutama mengkhayal punya pacar ganteng, hehehe) dan aku juga masih bercita-cita ingin menjadi wartawan di Tabloid Bola, padahal keluargaku nggak setuju karena menurut mereka jadi wartawan itu nggak jelas, nggak bisa dapat banyak duit, sementara aku cuma pengen jalan-jalan ke luar negeri gratis dan ketemu bintang-bintang olah raga favoritku, hahaha.

Aku juga nggak punya pacar 5 tahun lalu. Boro-boro punya pacar, nggak ada sama sekali cowok yang naksir aku (menyedihkan memang). Aku nggak suka dandan. Kalau ke kampus cuma pakai celana jeans, kemeja atau T-shirt, dan sepatu kets. Rambutku nggak pernah diurai, selalu aku ikat. Aku juga nggak peduli mesti langsing, yang penting makan enak, hahaha. Beda banget dengan aku sekarang yang gila belanja, yang selalu berusaha tampil chic, yang rambutnya selalu digerai, yang, meskipun masih suka makan, sudah mulai memperhatikan bentuk tubuh biar nggak terlalu melar.

5 tahun yang lalu Mamah juga masih ada, masih selalu menunggu di teras kalau aku telat pulang, masih selalu masakin makanan kesukaanku dan rela beli lauk di warung kalau aku nggak cocok dengan makanan yang Mamah masak, masih sering nganterin Mamah belanja bulanan di Toko Progo (toko favorit Mamah), dan masih asyik nongkrong di depan TV sementara Mamah bersihin rumah (nggak sopan banget!).

Aku masih ingat betapa senangnya Mamah ketika aku lulus pendadaran. Mamah langsung masakin ayam panggang kesukaanku ditambah porsi nasi yang lebih banyak (karena tahu aku pasti minta tambah). Sekarang nggak ada lagi Mamah yang akan rewel nyuruh aku mandi atau bersihin kamar, atau Mamah yang selalu masakin makanan super enak, Mamah yang bersihin telingaku ketika aku sedang manja-manjanya, atau Mamah yang diam-diam memberiku uang jajan.

Sering aku merindukan hidupku 5 tahun lalu. Kayaknya nggak ada yang perlu dipikirin. Isinya cuma kuliah, lulus dan kerja. Sekarang tentu aku punya lebih banyak tanggung jawab mengurus keluarga, mengurus keuangan, mengurus rumah, dan sebagainya. Bosan? Nggak juga, sih. Aku cuma berandai-andai, seandainya Mamah benar masih ada, pasti tinggal jauh dari rumah nggak akan begitu sepi. Paling nggak kan aku bisa telpon-telponan sama Mamah seminggu sekali, tanya resep masakan (sekarang mesti ngubek-ngubek Google dulu sebelum masak), atau bahkan sekedar curhat. Pengen rasanya mengundang Mamah ke sini supaya Mamah bisa lihat sapi-sapi atau domba-domba yang berkeliaran bebas di ladang savana. Mamah dulu pernah cerita kalau beliau ingin tinggal di pedesaan, di bawah gunung, yang banyak hewan ternaknya. Makanya, aku yakin Mamah pasti senang kalau kuajak jalan-jalan ke sini. Sayang nggak mungkin.

Kalau menilik hidupku 5 tahun lalu, sebagian besar hal yang aku impikan sudah aku dapatkan. Dulu aku selalu bilang ingin ke Spanyol, karena pengen ketemu Iker Casillas, hahaha. Aku juga selalu ngayal punya suami ganteng (gak harus bule padahal). Ternyata, aku malah menikah dengan seorang bule Spanyol dan tinggal di sana. Wuuiii… “Dreams do come true,” begitu kata teman-temanku yang tahu betapa gilanya aku bermimpi waktu itu.

Sekarang pun aku masih terus bermimpi (maklum, tukang ngayal, hehehe). Tapi ternyata bingung juga ya menentukan mimpi setelah apa yang kamu inginkan tercapai. Kayaknya memang mesti bikin daftar impian baru nih.

Just keep dreaming and keep believing.

Leelou Blogs  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

1 comments:

Lili Anni said...

You're lucky mba dea :) salam kenal yah mba

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com