May 31, 2012

Mimpi yang Terwujud


Malam ini udara panasnya minta ampun. Sambil menyeruput es teh, aku duduk-duduk sendirian di teras. Di depanku ada Fluffy dan Roger Rabbit yang kelihatan asyik dengan apapun yang sedang mereka lakukan. Fluffy bahkan terlihat sangat menikmati sejuknya udara di teras sambil merenggangkan badannya. Aku sampai tertawa melihat tingkah kelinci yang gendut satu ini.

Sambil memandangi langit yang sedikit berawan – nggak ada bintang malam ini – aku sedikit teringat masa lalu. Flash back, ceritanya, masa-masa waktu aku masih sekolah, masih kuliah, masa-masa waktu aku getol-getolnya bermimpi. Ya, aku selalu bermimpi. I am a dreamer, begitu teman-teman dan keluargaku bilang.

Nggak sedikit juga yang bilang, “Jangan muluk-muluk mimpinya. Ntar kalo nggak kesampaian, bisa kagol kamu.” Tapi toh pikirku, mimpi kan gratis, nggak bayar, nggak kena pajak, jadi kenapa harus takut bermimpi? Aku cuek saja dengan perkataan mereka. Aku anggap angin lalu. Ini hidupku dan aku bebas memimpikan apapun yang aku mau.

Dan nyatanya, capek-capek bermimpi nggak sia-sia, kok. Setelah dipikir-pikir, banyak hal yang kuimpikan sudah terwujud. Nggak terhitung, mungkin, mulai dari sekedar mimpi yang kecil dan mungkin nggak berarti, sampai mimpi yang besar. Jangka waktu meraih mimpi pun bervariasi; ada yang cepat dan ada juga yang butuh bertahun-tahun. Meski demikian, meski tahunan aku lalui dan mimpiku belum terwujud, aku toh tetap bermimpi. Karena apa? Karena aku percaya mimpiku pasti terwujud.

Hal terbesar yang sudah terwujud nggak lain adalah Spanyol. Kenapa Spanyol? Sejak kecil aku selalu bermimpi bisa keliling dunia, mengunjungi banyak tempat baru dan negara baru, terutama Spanyol. Aku suka Spanyol sejak SMA, sejak lihat Iker Casillas pertama kalinya di TV dan kepincut karena gantengnya (hehehe). Sejak saat itu aku memutuskan, ‘Aku harus ke Spanyol. Aku ingin melihat Spanyol.’

Waktu itu sama sekali nggak ada kepikiran untuk tinggal di Spanyol. Yang ada saat itu hanyalah mengunjungi Spanyol, sekedar berlibur. Aku selalu bilang, ‘Aku ingin ke Spanyol’ hampir ke semua orang yang aku kenal. Dan yah, lagi-lagi beberapa menyangsikan mimpiku itu. Sebagian lainnya hanya berkata, ‘Good luck, deh,’ sementara sedikit lainnya sungguh-sungguh mendukungku. ‘Kamu pasti bisa ke Spanyol,’ begitu kata mereka.

Sekarang coba tengok di mana aku tinggal; Spanyol. Negara yang selalu ingin aku kukunjungi. Yang lebih hebatnya lagi, aku menikahi salah satu warga Spanyol, seorang pria yang benar-benar tahu bagaimana membuatku bahagia dan yang juga menunjukkan Spanyol padaku. Aku sungguh beruntung karena Antonio selalu membawaku jalan-jalan keliling Spanyol dan mengunjungi tempat-tempat indah yang tadinya hanya bisa kulihat di TV. Percaya deh, waktu pertama kali aku menginjakkan kakiku di Spanyol, rasanya masih seperti mimpi. Aku telah memimpikan Spanyol sejak lama sehingga ketika mimpi itu benar-benar terwujud, rasanya aneh karena aku nggak bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan.

Bukan hanya Spanyol saja mimpiku yang terwujud. Masih banyak lainnya. Mungkin lain kali harus kubuat daftar supaya aku tahu mimpi mana saja yang sudah terwujud. Mungkin aku malah butuh berlembar-lembar kertas untuk menuliskan mimpiku itu.

Aku sangat bersyukur karena mimpi-mimpiku terwujud. Andai dulu aku lebih mendengarkan omongan negatif orang tentang mimpiku, mungkin sampai sekarang aku masih memimpikan Spanyol. Bahkan bukan nggak mungkin mimpi itu hanya akan menjadi sekedar mimpi. Tapi aku lebih memilih mendengarkan kata hatiku sendiri yang selalu mengatakan padaku, ‘Percayalah.’ Ya, aku selalu mempercayai mimpiku.

Jangan takut bermimpi, tak peduli sekonyol apapun kelihatannya mimpi itu. Kita bebas untuk bermimpi. Yang perlu kita lakukan hanya percaya pada mimpi kita karena cepat atau lambat kita akan melihatnya mewujud.

Keep on dreaming. Follow your dreams and have faith.

Leelou Blogs  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com