June 24, 2012

Belajar dari Shin Chan


Pagi ini – hari Minggu – seperti biasa aku bangun pagi hanya untuk nonton Shin Chan, hehehe. Yeah, aku suka banget nonton Shin Chan, dan di Spanyol Shin Chan diputar setiap hari selama 2 jam (kecuali hari Minggu yang diputar sampai 3 jam. Mantaaaap!).

Ada yang menarik dari salah satu episode Shin Chan hari ini. Ceritanya begini: ketika Kazama, Boo Chan, Nene dan Mazao asyik berdiskusi tentang permainan apa yang akan mereka mainkan, Shin Chan malah asyik memandangi jendela. Ketika ditanya oleh Kazama dia sedang apa, dia bilang dia sedang membayangkan hadiah mainan Pahlawan Bertopeng yang akan didapatnya sepulang sekolah. Kebetulan Shin Chan mengirimkan satu undian yang berhadiah mainan Pahlawan Bertopeng itu dan dia sangat yakin bahwa ketika pulang sekolah, mainan itu sudah menyambutnya di depan pintu.

Tahu kalau Shin Chan hanya mengirimkan satu undian saja, teman-temannya pun berkata, “Mana mungkin kamu menang dengan hanya mengirimkan satu undian? Kan masih banyak orang lain yang mengirimkan undian juga, dan beberapa bahkan mengirimkan lebih dari satu undian.” Mendengar hal itu, dengan cueknya Shin Chan tetap berkata, “Nggak! Aku yang akan memenangkan hadiah itu. Hadiah itu hanya buatku, ya atau ya!”

Sepulang sekolah, Shin Chan berkata pada mamanya mengenai apa yang dikatakan teman-temannya di sekolah dan dia pun meminta mamanya untuk mengirimkan lebih dari satu undian. Mamanya setuju asalkan Shin Chan mau membantu mamanya dengan urusan rumah tangga. Tahu sendiri bagaimana Shin Chan, dia membantu tapi dengan setengah hati, hahaha. Dan seperti perjanjian semula, mamanya memberikan satu kartu pos untuk dikirim setiap kali Shin Chan membantu. Mamanya berjanji akan mengirimkan kartu-kartu pos tersebut ketika pergi berbelanja.

Dua minggu berlalu. Ketika pulang sekolah, Shin Chan menanyakan pada sang mama apakah hadiahnya sudah datang. Mamanya bilang belum dan malah mengajak Shin Chan untuk pergi berbelanja. Shin Chan menolak dengan alasan dia ingin ada di rumah untuk menerima hadiahnya.

Namun siapa sangka, ketika sang mama pergi ke dapur untuk mengambil tas belanjanya, dia menemukan kartu-kartu pos undian yang seharusnya dia kirimkan. Ternyata mama lupa mengirimkan kartu-kartu pos tersebut! Bagaimana Shin Chan akan memenangkan hadiah tersebut bila kartu-kartu posnya tidak terkirim? Untuk menutupi kesahalahannya, sang mama menjanjikan makan malam dan makan siang yang enak untuk Shin Chan. Shin Chan curiga bahwa sang mama sudah melakukan suatu kesalahan.

Tepat ketika Shin Chan akan membongkar kesalahan sang mama, terdengar bel pintu berbunyi. Coba tebak! Ternyata Shin Chan benar-benar memenangkan hadiah mainan Pahlawan Bertopeng bahkan hanya dengan mengirimkan satu undian saja!

Episode ini serasa menjitak kepalaku dan berkata, “Hey! Coba lihat Shin Chan! Dia benar-benar percaya dan yakin bahwa dia akan menang, dan dia sungguh-sungguh menang. Kenapa kamu nggak mencontoh Shin Chan??”

Tiba-tiba aku tersadar. Kadang aku sering khawatir dan cemas bahwa apa yang aku inginkan nggak bisa terwujud karena ini lah, itu lah. Aku lupa bahwa seharusnya aku tetap percaya pada impianku, nggak peduli orang bilang apa dan nggak peduli seberapa mustahil kelihatannya. Aku hanya harus percaya, seperti Shin Chan percaya bahwa ia akan memenangkan undian.

Episode ini serasa sengaja ditujukkan Tuhan padaku untuk menyentilku dan memberitahuku bahwa aku terlalu mencemaskan hal-hal yang seharusnya nggak perlu. Yang perlu aku lakukan hanya percaya pada mimpiku dan yakin bahwa aku akan mewujudkannya, seperti yang sudah-sudah.

Tuhan memang selalu punya cara yang unik untuk mengingatkanku. Terima kasih, Tuhan.
 Photo is taken from http://shin-chan.seriespepito.com/

Leelou Blogs  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com