August 26, 2012

Masih Mikir Apartemen


Waktu sudah menunjukkan jam 3:35 pagi sekarang saat aku nulis post ini. Belum bisa tidur juga, padahal mataku masih melek di depan komputer (gimana bisa tidur kalau masih ngadep komputer?). Kenapa memangnya? Karena lagi mumet mikirin apartemen buat kami bulan depan.

Hari ini kami lihat-lihat beberapa apartemen di Alcala de Guadaira dan Montequinto. Ada apartemen yang memang cocok buat kami di Alcala de Guadaira. Sayangnya, Alcala de Guadaira nggak begitu dekat dengan Montequinto. Berhubung aku belum punya SIM, mau nggak mau aku harus ke Montequinto naik bus. Nah, masalahnya, bus dari Montequinto ke Alcala de Guadaira selesai beroprasi jam 21.00 sementara aku bakalan kerja sampai jam 22.00! Pulang naik apa, dong? Jalan kaki?

Terus, apartemen di Montequinto harganya jauh lebih mahal dibanding di Alcala de Guadaira, dengan luas yang lebih kecil juga. Selisih harganya minimal €100, dan selisih luasnya bisa sampai 30m². Bayangin aja gimana kecilnya tuh apartemen dengan harga yang jauh lebih mahal. Tapi, kalau di Montequinto, seenggaknya aku nggak perlu naik bus. Bisa jalan kaki kalau mau kerja. Nggak perlu buang waktu 1 jam-an buat naik bus. Nggak perlu buang duit ekstra buat ngebis juga.

Hadeeeeh! Pusing, pokoknya! Antonio dari kemarin-kemarin udah nyindir-nyindir melulu, gara-garanya aku nggak serius ikut kursus mengemudinya, sementara aku udah ikutan kursus sejak April. Padahal nih, kalau aku udah ada SIM, mau tinggal di mana juga nggak bakalan jadi masalah karena aku bisa berangkat kerja naik mobil.

Begini nih jadinya kalau nggak serius ngelakuin satu hal yang penting. Di sini punya SIM tuh seperti wajib hukumnya. Nggak punya SIM nggak boleh nyetir, meskipun ada juga mobil ukuran super kecil yang nggak perlu pakai SIM, tapi nggak boleh melewati jalan besar (tol). Coba di Jogja, kalau mau punya SIM A tinggal bayar aja, nggak perlu pakai tes, hahaha. Di sini masih harus tes teori (pakai bahasa Spanyol, lagi!) terus masih harus tes praktek juga. Gedubrak deh, pokoknya.

Yah, sekarang cuma berharap kerjaan barunya Antonio nggak akan begitu ribet jam kerjanya. Paling nggak semoga dia punya jam kerja normal (pulang istirahat jam 14.00 – 17.00, terus masuk lagi sampai jam 20.00 atau 21.00), jadinya dia bisa antar-jemput aku kerja. Paling nggak untuk satu atau dua bulan, sampai aku nyelesaiin kursus mengemudinya dan beli mobil baru buat aku, pastinya. Nggak perlu mobil yang aneh-aneh. Asal bisa jalan aja, udah bagus tuh buat aku yang pemula. Aku udah janji sama Antonio bakalan serius kali ini, karena memang beneran butuh SIM banget.

Kayaknya aku terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya nggak perlu dikhawatirkan. Khawatir tuh beneran bikin stress, dan aku tahu kalau aku nggak boleh stress. Kalau udah mulai terlalu khawatir begini, aku bisanya cuma bilang, “Thank you” berkali-kali sampai aku merasa baikan.

Sekarang ngantuknya beneran. Antonio tertidur di sofa gara-gara kecapekan nyetir dan jalan kaki. Kacamatanya aja masih nangkring di hidung. Dibangunin juga bakalan percuma. Kalau udah tidur, ada gempa juga nggak bakalan bangun dia.

Well, tunggu update berikutnya soal apartemen, ok?

Leelou Blogs  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com