August 10, 2012

Menghitung Hari


Beberapa hari ini aku agak sebel ada di rumah. Yah, apa lagi kalau bukan karena teriakan, sarkasme dan kata-kata yang nggak enak didengar lainnya. Jujur aku nggak bisa dengar orang ngomong dengan suara keras. Jantungku langsung dag-dig-dug kencang, seolah-olah aku bakalan kena serangan jantung mendadak.

Eh, namanya serangan jantung pasti mendadak, ya kan?

Anyway, mungkin nggak banyak yang tahu kalau kami – Antonio dan aku – masih tinggal bersama orangtua Antonio. Alasannya sederhana; Antonio kerja nggak jauh dari rumah dan orangtua mereka sayang kalau kami harus pindah ke lain rumah. Padahal, lebih enak tinggal di rumah sendiri, kan? Aku pernah tuh ngomong sama Antonio, bilang kalau enaknya kami pindah aja ke rumah sendiri. Tapi dia kurang setuju karena toh kalau kami pindah ke rumah sendiri, nantinya kami harus cari rumah lagi. Dia sangat amat yakin sekali bakalan pindah dari kota kecil tempat kami tinggal sekarang. Dia nggak terlalu suka kota ini. Selain kota kecil dan nggak ada apa-apa buat dilihat, kota ini beneran jauh kalau mau belanja atau sekedar nongkrong di Mall dan nonton film di bioskop. Dan lagi, nggak ada transportasi umum seperti di kota besar. Ada sih bus, tapi busnya jam-jaman. Nggak seru, pokoknya.

Sebenarnya nggak ada masalah tinggal bareng mertua. Mertuaku baik, nggak kayak mertua a la sinetron di TV, hehehe. Cuma ya, namanya bukan rumah sendiri, pasti nggak bebas juga. Nggak terlalu nyaman juga karena nggak bisa berbuat sesuatu yang kami mau. Misalnya, kami nggak bisa punya anjing karena mertuaku nggak terlalu sreg dengan anjing dan teman-temannya. Jangankan anjing, kelinci yang kami punya pun sering kena marah, hahaha. Maka dari itu, kalau kami punya rumah kami sendiri, pastinya bakalan lebih nyaman dan lebih bebas.

Ah, kami masih bersyukur punya tempat tinggal, meskipun bukan rumah kami sendiri. Masih banyak orang di luar sana yang nggak punya tempat nyaman buat berteduh. Kami masih jauh lebih beruntung.

Dan lebih beruntung lagi, kami bakalan pindah dalam waktu dekat ini! Karena aku harus kerja di kota lain (kota kecil yang jaraknya hanya 10 menit ke kota besar, dan ada Metro!), jadi mau nggak mau Antonio harus segera dapat kerja di kota itu juga. Bulan ini merupakan bulan terakhir kami tinggal di rumah mertua karena mulai September besok kami sudah bisa menempati apartemen kami sendiri! Yaaaay!

Sekarang kami menghitung hari untuk saat-saat yang sudah kami nantikan itu. Kami bisa bebas menata rumah kami, memasak makanan yang sesuai selera kami… Nggak sabar rasanya menunggu saat itu tiba. Kami sedang mencari-cari apartemen yang cocok untuk kami. Kami nggak terpatok untuk dapat apartemen yang besar karena toh kami nggak terlalu suka punya rumah besar. Kami lebih suka punya rumah yang halamannya luas, supaya bisa ditanami, hehehe. Sudah ada beberapa apartemen yang menarik buat kami, jadi kami tinggal menentukan pilihan aja.

Aiiih… begini ya senangnya bakalan pindah ke rumah kami sendiri ^^

Leelou Blogs
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com