November 16, 2012

Breaking Dawn Part II: Lebih Mendingan daripada yang Pertama


Sore tadi, dengan wajah dimanis-manisin, aku berhasil membujuk Antonio untuk nonton Breaking Dawn Part II di bioskop, yang memang premire di Spanyol hari ini. Jam menunjukkan pukul 5:00 sore waktu Antonio melihat jadwal film diputar melalui Internet. Hampir semua jam penuh, hanya tersisa bagian depan saja. Untungnya, masih ada tempat kosong di jam 7:15 dan 8:10 malam.

Antonio langsung bilang, “Kalau mau nonton yang jam 7:15 harus berangkat sekarang dan mulai antri tiket. Kalau nggak nanti nggak kebagian tempat.”

Aku langsung mengiyakan dan kabur ke kamar mandi untuk mandi (belum mandi dari tadi pagi, soalnya). Setelah selesai mandi dan dandan secukupnya, kami langsung bergegas ke bioskop-yang jaraknya cuma 10 menit jalan kaki dari rumah.

Begitu sampai di bioskop, aku disambut oleh panggilan yang nggak lagi asing di telingaku. “Teacher!” begitu ucapnya. Aku mendongak untuk mencari tahu siapa yang memanggilku dan ternyata salah satu muridku. Aku balik menyapa, “Hi, Paula!” dan langsung mengantri tiket.

Kami beruntung karena nggak banyak orang yang mengantri. Dan lebih beruntung lagi karena kami nggak perlu menunggu sampai jam 7:15 karena kami berhasil mendapat tempat untuk pemutaran jam 6:15. Lega rasanya. Saking leganya aku masih sempat membeli segelas Coca-Cola ukuran kecil sebelum masuk.

Masih 15 menit sebelum film diputar tapi tempat duduk sudah mulai penuh dijejali orang. Kami duduk di barisan 16, tepat di urutan kedua dari atas. Awalnya  kupikir jarak tempat duduk kami agak jauh dari layar, tapi ternyata cukup nyaman.

Film pun mulai diputar dan penonton mulai diam, menonton film dengan cukup serius. Bulu kudukku berdiri waktu menonton adegan perang antara Keluarga Cullen melawan Viltouri. Cukup menegangkan. Aku sedikit kaget waktu melihat Carlile dan Jasper mati terbunuh. Nggak seperti di buku, pikirku. Tapi ternyata… Itu cuma bayangan Aro semata. Lega karena nggak ada yang harus mati di film. Aku benci kalau ada yang harus mati.

Singkat cerita, aku puas dengan Breaking Dawn Part II. Kali ini jelas jauh lebih mengasyikkan daripada Bagian Pertama yang diputar tahun lalu. Bagian Pertama benar-benar amat membosankan. Nggak ada yang menegangkan. Aku suka bagian akhir film, waktu Bella membagi kenangannya ke Edward. Menurutku itu romantis, plus aku suka lagu yang diputar waktu itu. A Thousand Years-nya Christina Perri sedikit dimodifikasi di bagian awal, menyesuaikan dengan cerita di film. Ditambah lagi ada pengenalan karakter di akhir film. Menurutku itu keren.

Sayang sudah nggak akan ada lagi Bella dan Edward selanjutnya (Antonio senang bukan main karena ini film terakhir. Dia nggak terlalu ngefans sama Twiligt Saga). Sekarang hanya perlu menunggu DVD Breaking Dawn Part II, yang pastinya nggak akan lama lagi beredar di pasaran. Aku mau nonton lagi.

Tiket Breaking Dawn Part II yang kami beli


 
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com