November 17, 2012

Cat Kuku


Baru kali ini aku tertarik dengan yang namanya ‘cat kuku.’ Dulu-dulu aku nggak terlalu suka memoles kukuku dengan cat kuku. Menurutku itu genit. Begitu pun ketika aku melihat adik iparku dengan sekotak besar koleksi cat kukunya yang berwarna-warni, di mana dia bisa menyesuaikan warna cat kuku yang dia poles dengan pakaian yang dia pakai. Kupikir itu buang-buang waktu.

Namun, ketika kami menjemput mamanya Antonio di stasiun sewaktu beliau mau ke bandara, tanpa sengaja aku mampir ke toko kosmetik yang ada di stasiun. Mataku langsung tertuju ke rak berisi cat kuku warna-warni, mulai dari yang transparan sampai hitam. Waktu itu aku hanya ingin membeli satu cat kuku yang warnanya nggak terlalu mencolok, tapi akhirnya aku malah membeli cat kuku warna pink tua.

Begitu sampai di rumah, aku langsung mencoba cat kuku baruku. Ternyata warnanya sesuai dengan warna kulitku yang sawo matang. Aku suka cat kuku baruku. Dan benar saja, ketika kami belanja ke Carrefour akhir pekan lalu, aku pun membeli cat kuku lagi. Kali ini warna merah darah. Yeah, siapa takut pakai warna merah?

Dan lagi-lagi, aku ketagihan dengan cat kuku. Saat kami belanja ke Mercadona sore tadi, aku langsung membeli 2 cat kuku lagi; warna ungu gliter dan peach muda. Sebenarnya aku masih ingin membeli lebih banyak variasi warna lagi, tapi karena aku belanja dengan Antonio, jadi agak segan rasanya.

Aku memang baru punya 4 koleksi cat kuku, tapi instingku berkata bahwa aku masih akan membeli lebih banyak cat kuku lagi nanti.

Ini cat kuku yang aku punya saat ini:


Yang ini aku beli tadi sore di Mercadona:



 
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com