November 27, 2012

Lupa Bersyukur


[photo by quotes-lover.com]

Beberapa bulan yang lalu aku masih ingat untuk selalu mensyukuri apa yang sudah aku terima dalam hidup. Biasanya setiap pagi atau setiap malam menjelang tidur aku menuliskan 10 hal yang kusyukuri dalam hidupku. Dan yah, aku bahagia karena bersyukur membuatku merasa hidup berkecukupan. Bahkan bisa dibilang hidupku jauh lebih baik daripada hidup sebagian besar orang-orang di dunia ini. Seenggaknya aku punya tempat untuk tinggal, untuk tidur setiap malam dan untuk sekedar bersantai. Seenggaknya aku bisa makan enak setiap hari dan seenggaknya aku punya pekerjaan, di mana banyak dari mereka kehilangan pekerjaan.

Namun, beberapa bulan belakangan ini aku lupa bersyukur. Tepatnya mungkin setelah aku mulai bekerja. Aku terlalu sibuk menyiapkan materi untuk kelas-kelasku, terlalu malas untuk menyempatkan diri menulis hal-hal yang kusyukuri setiap hari hingga tiba di suatu poin di mana aku merasa hidupku nggak seindah yang kuinginkan.

Hari ini aku seolah diingatkan kembali untuk bersyukur. Di salah satu kelasku hari ini, kami membahas tentang “happiness”. Aku meminta murid-muridku untuk mendefiniskan kalimat “Life is a matter of happiness,” sebuah pepatah yang selalu kupegang dalam hidup, bahwa tak ada yang lebih penting di dunia ini selain kebahagian dan kita bisa dan berhak untuk bahagia dengan berbagai macam cara, dengan bermacam keadaan yang kita alami dalam hidup.

Puncaknya saat aku meminta murid-muridku untuk mendiskusikan dua hal ini:
To be happy, you have to do what you like.
To be happy, you have to like what you do.

Aku meminta mereka memilih salah satu dari kedua pernyataan itu dan menjelaskan alasan mengapa mereka memilih pernyataan tersebut. Agak sulit memang untuk memilih satu di antara keduanya. Pasti menyenangkan bisa melakukan apapun yang kita inginkan dan bahagia karenanya, tapi terkadang kita nggak mampu melakukan apapun hal yang kita mau. Kita nggak bisa selalu berlibur atau jalan-jalan ke luar negeri karena kita butuh biaya untuk itu. Dan yah, menyukai hal yang kita lakukan pun nggak mudah, terlebih bila hal itu nggak membuat kita nyaman.

Namun, semua murid-muridku setuju dengan pernyataan yang kedua, bahwa dalam hidup kita harus menyukai hal-hal yang kita lakukan dan mencoba untuk bahagia karenanya. Aku pun harus begitu. Meski terkadang aku nggak suka mengajar (karena murid-muridku bikin aku nggak nyaman di kelas), aku harus mencoba dan belajar untuk menyukai pekerjaanku. Setidaknya aku punya pekerjaan, kan?

Di situlah aku mulai ingat bahwa untuk bisa menjadi bahagia aku harus banyak menyukuri hidupku. Aku baru saja kembali membaca kisah-kisah penuh keajaiban di www.thesecret.tv, yang dulu selalu aku lakukan. Dan aku sudah memutuskan, aku akan mulai kembali bersyukur dan bahagia dengan apa yang sudah aku miliki.


 
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com