November 19, 2012

Senin, Oh Senin


[photo by mommyvcreations.blogspot.com]

Hari Senin datang lagi. Nggak tahu kenapa, aku nggak terlalu suka hari Senin. Mungkin karena hari Senin adalah hari dimulainya aktifitasku setelah libur di akhir pekan, di mana aku harus kembali mengajar dan menghadapi murid-muridku.

Seperti pagi ini, misalnya. Rasanya malas dan segan untuk bangun dari tempat tidur. Ingin sekali bisa tidur lebih lama atau sekedar bersantai di rumah sambil nonton TV. Tapi tidak. Rencana harianku berkata lain. Aku harus bangun karena masih ada lesson plan yang harus kuselesaikan. Jadi, dengan setengah hati aku turun dari tempat tidur, berjalan ke meja tulis dan menyalakan laptop. Butuh sekitar 1,5 jam untuk menyelesaikan lesson plan buat kelas-kelasku hari ini.

Dan yah, nggak semua kelas yang kuajar berjalan dengan menyenangkan hari ini. Di satu kelas aku harus berjuta-juta kali menyuruh mereka diam karena mereka terus mengoceh dengan teman di sebelah kiri, kanan, depan dan belakang mereka. Mereka nggak mau diam padahal ada beberapa orang yang maju ke depan untuk mempresentasikan wall magazine mereka. Aku sampai harus bilang, “Please, be quiet. Respect your friends! They are presenting their work and you don’t even listen to them. You’re not in kindergarten anymore, so PLEASE listen to your friends!”

Tapi yang namanya remaja, omongan seperti itu cuma masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Mereka diam untuk beberapa menit saja. Sehabis itu mereka kembali ribut. Ingin rasanya aku menggebrak meja. Tapi kupikir itu bukan hal yang patut dilakukan, jadi aku diam saja sambil sesekali memelototi mereka yang masih sibuk mengoceh.

Jadi begitulah. Aku nggak terlalu bersemangat ketika Senin tiba. Tapi mau bagaimana lagi. Kita kan nggak bisa memilih untuk nggak menghadapi hari Senin dengan tangan terbuka. Hari Senin akan tetap ada. Tapi menurutku, meskipun Senin bukanlah hari pertama di awal minggu, hari penggantinya akan tetap menjadi hari yang nggak diinginkan. Seenggaknya aku cuma kerja 4 hari minggu ini. Nggak sabar menunggu hari Jumat tiba.


  
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com