December 01, 2012

Selamat Ulang Tahun, Mama


Dear Mama,

Nggak terasa sudah 4 tahun lamanya Mama meninggalkan kami, meninggalkan aku. Aku masih ingat betul saat-saat terakhir aku bersama Mama dan aku selalu ingat apa yang Mama lakukan buatku. Kadang aku berangan-angan, seandainya Mama masih ada, pasti semua terasa lebih sempurna. Tapi aku tahu, aku egois kalau mengharapkan Mama untuk tetap bertahan dengan penyakit Mama karena aku tahu Mama akan jauh lebih baik bila berada di sisi-Nya sehingga Mama bisa terlepas dari semua sakit yang Mama alami.

Hari ini tepat hari ulang tahun Mama yang ke 66. Aku masih ingat pernah memberi Mama kado sebuah buku resep masakan dan Mama memintaku untuk menuliskan sesuatu di buku itu supaya Mama selalu ingat bahwa itu hadiahku buat Mama. Dan waktu Mama menerima kado berupa tanaman yang Mama nggak punya di rumah, Mama kelihatan senang sekali dan itu cukup untuk membuatku merasa senang juga.

Mama memang bisa dibilang nggak pernah memberiku hadiah ulang tahun, tapi apa yang Mama lakukan buatku jauh lebih berharga dibandingkan hadiah apapun. Mama memberiku cinta, kasih sayang dan perhatian yang aku butuhkan. Mama mencintaiku dan menyanyangiku seperti anak Mama sendiri. Aku bahkan masih ingat waktu Mama menangis ketika aku demam tinggi dan Mama berharap supaya Mama saja yang sakit.

Kalau dipikir-pikir, aku hampir nggak pernah bilang “Terima kasih” atau “Aku sayang Mama” secara langsung, tapi aku ingin Mama tahu bahwa aku sangat bersyukur dan berterima kasih karena memiliki seorang ibu seperti Mama dan aku juga ingin Mama tahu bahwa aku sangat sayang sama Mama. Mama sudah mengajarkan aku banyak hal dan seandainya Mama masih ada aku ingin bilang ke Mama, “Sekarang aku bisa masak, Ma.” Aku tahu Mama pasti senang mendengarnya karena dulu Mama selalu berpikir bahwa aku nggak akan pernah bisa masak.

Selamat ulang tahun, Ma. Aku kangen banget sama Mama.


 
Share Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by LoHiceYo.com